Rabu, 12 November 2014



TIDAK BISA SUATU PELAJARAN BUKAN BERARTI BODOH...

Jakarta, 19 Maret 2020
Oleh : R.Kurnia

Salam Sukses Buat Sahabat semua !


Obrolan yang paling tidak pernah terlewati sampai detik ini adalah masalah kemampuan belajar anak..kebanyakan orang tua mengeluhkan prestasi sekolah anaknya yang di nilai jauh dari harapan orang tuanya..sangat dilematis..

Ko..bisa ya orang tua mengeluhkan prestasi anaknya ya..mungkin karena biaya yang di keluarkan ga sebanding kali ya..( coba pikir dech..). Makanya banyak yang kena darah tinggi atau hipertensi..ya minimal jantungan..he he..( maaf cuma guyon saja)..

Nilai jelek marah-marah, nilai mendingan 1/2 marah, nilai bagus ya mendingan( itu baru anak bapak & ibu dengan bangganya) ..tapi tahu tidak ya orang tua yang sebenarnya terjadi dengan prestasi anaknya..kalau belajar mengalami kesulitan menerima pelajaran atau memahaminya...yang ada anaknya dikatain malas..bodoh..ga ada motivasi..payah..bahkan  sering membandingkan dengan anak tetangganya yang katanya pintar..pokoknya lebelnya ga ada yang bagus untuk menilai anaknya..akhirnya anaknya stress..kaya orang tua aja mikirin ekonomi keluarga..he.he (hanya guyon)..

Saya pernah mendiskusikan hal tersebut dengan teman-teman untuk membicarakan prestasi anak sambil ngopi-ngopi di kedai biar enak bahasnya. Barangkali orang tua untuk prestasi anak berpikirnya itu kan urusan guru kan dan sudah dibayar. Nah ini yang menjadi salah satunya problem cara berpikir orang tua yang ga mau repot untuk andil mengenai urusan prestasi anak.

Ada satu yang menjadi inti persoalan yang harus diperhatikan oleh orang tua yaitu kesempatan mendapatkan seorang guru yang bisa mentransfer ilmunya dengan mudah, praktis dan di senangi cara mengajarkan kepada siswanya..

Banyak pengajar hebat, ilmunya up date, gelarnya banyak tapi belum tentu dalam metode atau cara mengajarnya dapat memberikan nilai simpatik (menyenangkan) bagi siswanya..pasti Anda pernah mendengar guru atau dosen killer..ya bisa dibilang mereka pelajaran yang bikin setress..sebenarnya pelajarannya sih ga setress, barangkali guru/pengajarnya yang bikin setress siswanya..coba saja tanya anaknya atau anak yang lain..jawaban pasti sama..

Ternyata secara psikologis bila seseorang (siswa) tidak menyukai sipengajar itu akan berpengaruh dengan selera belajar (psikis) anak..ibarat mau makan makanan yang enak tapi tidak bisa dinikmati..hambar rasanya..ya seperti itulah pemikiran anak-anak siswa yang dibilang prestasinya rendah..

Guru atau pengajar  seharusnya mulai melakukan riset mengenai prestasi anak agar bisa memahami bagaimana menggali kemampuan si anak agar dapat terdorong berprestasi dengan baik. bukan sekedar mengajar materi selesai (target proses belajar selesai)..Karena zaman sudah semakin berkembang, apalagi teknologi begitu luar biasanya mempengaruhi anak-anak. Seperti main gadget karena banyak hal yang dapat di lihat oleh anak apapun isinya mulai dari games, film dan lain-lain. Ini pun juga harus ada pendampingan dari orang agar anak bisa bisa menggunakan gadget sebagaimana mestinya.

Dan orang tua juga di rumah wajib melakukan pendekatan dengan anak layaknya seperti teman curhat agar anak dan orang tua biar lebih saling mengenal dan anak merasa nyaman serta orang tuanya bisa menjadi tempat curhat dan pemberi solusi terbaik untuk anaknya..sederhana bukan..tinggal mau atau tidak guru/pengajar,orang tua sama-sama intropeksi agar bisa membuat perubahan yang positif untuk perkembangan prestasi anak..

Anak ibarat kaset kosong, tinggal mau di isi seperti apa dan dikembalikan kepada anda..selamat mencoba untuk direnungkan..jangan lupa dilakukan..Sukses untuk Anda..

Selasa, 11 November 2014


MENGENANG PARA PAHLAWAN DAN PERJUANGAN SAAT INI

Jakarta, 11 November 2014 (kamis-16.00 )
oleh : R Kurnia


Tanggal 10 November 2014 kemarin baru saja di peringati hari Pahlawan Nasional, seluruh masyarakat Indonesia memperingati hari yang sangat di kenang sebagai nilai sejarah bangsa ini dalam memepertahan Republik Indonesia.

Tentunya kita harus bangga dengan nilai perjuangan para pejuang saat itu dengan rela mengorbankan apa saja sekaligus nayawanya yang menjadi taruhannya demi Indonesia MERDEKA...

Waktu terus berjalan dengan melalui proses pemerintahan yang sudah berganti-ganti saat ini kita pun tidak akan melupakan kerja keras para pemimpin sebelumnya hingga pemerintahan yang baru saat ini.

Perubahan pembangunan tentunya sangat terasa oleh masyarakat kita, mulai dari petani, nelayan, pedagang, pegawai, tukang ojek, buruh dan masyarakat kecil lainnya. Kalau dulu pejuang ingin terbebas dari para penjajah dengan melakukan penyerangan dan demontrasi atau protes kepada penjajah dengan niat yang tulus dan kebersamaan untuk tujuan bersama.  

Tapi saat ini demontrasi sering kali dilakukan oleh masyarakat kepada pemerintah atas kondisi atau keadaan yang di nilai jauh dari harapan masyarakat untuk hidup sejahtera. Masalah Korupsi, kemiskinan, pendidkan rendah, fasilitas umum yang masih jauh dari harapan, kriminlitas, kesenjangan sosial dan lain-lainnya sudah menjadi fenomena di tanah republik tercinta ini...

Perjuangan saat ini yang pasti adalah nilai nurani dan kejujuran serta keberanian untuk mengatakan kebenaran. Tapi barangkali sudah jarang nilai-nilai tersebut dimiliki setiap orang. Nilai persatuan dan keutuhan jaman dahulu lebih terasa kekompakannya dan saling menghargai setiap perbedaan yang ada. 

Mari kita doakan semoga perjuangan untuk saat ini memberikan kesejukan dan angin segar untuk perubahan yang lebih baik lagi, sehingga masyarakat indonesia terjamin kehidupannya. Semoga...